Zakat dan baznas

Zakat Lebih Mudah dan Tepat Sasaran Bersama BAZNAS

24/03/2025 | Humas Baznas Sulteng

BAZNAS SULTENG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus mendorong masyarakat untuk menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui lembaga resmi guna memastikan distribusinya lebih transparan dan efektif. Dengan pemanfaatan teknologi digital, kini pembayaran zakat menjadi lebih praktis, sehingga dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, menyampaikan bahwa BAZNAS terus menghadirkan berbagai inovasi demi meningkatkan kemudahan bagi para muzaki dalam menunaikan zakatnya.

"Pembayaran zakat di BAZNAS kini semakin cepat dengan sistem berbasis digital, lebih mudah karena telah bekerja sama dengan ratusan kanal pembayaran, baik digital maupun non-digital, serta berdampak karena perubahan pada mustahik dapat diukur secara jelas," ujarnya dalam sebuah acara di Jakarta, baru-baru ini.

Lebih lanjut, Rizaludin menjelaskan bahwa kini masyarakat memiliki berbagai opsi dalam menunaikan zakat melalui situs resmi BAZNAS maupun berbagai layanan pembayaran daring yang telah bekerja sama.

"Cukup kunjungi website resmi baznas.go.id atau gunakan berbagai platform pembayaran online yang bermitra dengan BAZNAS, masyarakat bisa menunaikan zakat dengan mudah dan cepat. BAZNAS juga menyediakan fitur kalkulator zakat untuk membantu perhitungan zakat secara lebih mudah dan akurat," jelasnya.

Selain mempermudah proses pembayaran, BAZNAS juga menekankan pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi sesuai dengan tuntunan agama, agar lebih terstruktur dan efektif dalam membantu penerima manfaat.

"Sejak perintah zakat diturunkan pada tahun kedua Hijriyah, Rasulullah SAW langsung membentuk lembaga amil zakat untuk mengelola dan menyalurkan zakat dengan baik," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa menyalurkan zakat secara mandiri berisiko kurang tepat sasaran dan dapat menimbulkan tantangan dalam transparansi. Oleh karena itu, sistem pengelolaan zakat yang profesional sangat dibutuhkan agar manfaatnya lebih luas.

"Zakat adalah instrumen pemerataan ekonomi yang membutuhkan tata kelola yang transparan dan akuntabel," tambahnya.

Tak hanya sekadar menyalurkan bantuan, BAZNAS juga memiliki berbagai program pemberdayaan ekonomi bagi penerima manfaat agar mereka dapat lebih mandiri.

"Kami ingin zakat menjadi instrumen pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, BAZNAS memiliki berbagai program pemberdayaan, seperti beasiswa pendidikan, bantuan biaya kelulusan, Program Rumah Layak Huni, serta distribusi sembako dan kebutuhan pokok bagi masyarakat kurang mampu," jelas Rizaludin.

Untuk memastikan akuntabilitas, Rizaludin menegaskan bahwa pengelolaan dana zakat di BAZNAS selalu diaudit oleh lembaga independen, dan laporan keuangannya dapat diakses oleh publik sebagai bentuk transparansi.

"Kepercayaan adalah kunci utama dalam pengelolaan zakat. Oleh karena itu, kami selalu memastikan setiap rupiah yang masuk dikelola dengan penuh tanggung jawab," katanya.

Saat ini, tren menunjukkan bahwa semakin banyak anak muda yang ikut serta dalam gerakan zakat melalui BAZNAS.

"Tren ini menunjukkan bahwa generasi muda semakin peduli terhadap zakat dan dampaknya terhadap kesejahteraan sosial. Ini merupakan sinyal positif bagi masa depan filantropi Islam di Indonesia," kata Rizaludin.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui jalur yang terpercaya agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

"Mari bersama-sama menyalurkan zakat kita dengan cara yang lebih baik, lebih aman, dan lebih tepat sasaran. Terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS. Semoga Allah SWT membalas kebaikan kita semua dengan rezeki yang berlimpah dan keberkahan dalam hidup," ujarnya.

Kontributor: Najwa Najihah

SULAWESI TENGAH

Copyright © 2025 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ  |   2.2.9